Home » Berita » Pak Ngah yang Ciptakan Lagu Cindai Meninggal di Tanjungpinang

Pak Ngah yang Ciptakan Lagu Cindai Meninggal di Tanjungpinang

KEPRITERKINI.COM – Musisi legendaris asal Malaysia Suhaimi Mohd Zain alias Pak Ngah mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ahmad Tabib, Tanjungpinang, Selasa (25/9) siang. Pencipta lagu Cindai itu meninggal setelah menjalani perawatan di rumah sakit tersebut sejak Jumat (21/9) lalu.

Pak Ngah memang sengaja datang ke Tanjungpinang pada Jumat (21/9). Ia datang atas undangan panitia Festival Bahari Kepri (FBK) 2018. Sedianya, Pak Ngah akan datang saat pembukaan FBK 2018 pada Sabtu (22/9) malam.

“Ia memang ada agenda untuk berkunjung ke Tanjungpinang. Karena ada pembukaan FBK, makanya kita undang,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Buralimar, tadi malam.

Menurut Buralimar, Pak Ngah sudah mengonfirmasi akan hadir dalam pembukaan FBK 2018. Namun saat acara digelar, Pak Ngah tak ada di antara tamu dan undangan.

“Belakangan baru dapat kabar, ia sedang dirawat di rumah sakit,” kata Buralimar.

Menurut cerita keluaraga, Pak Ngah mengeluh sakit usai bersantap makan siang di Tanjungpinang. Ia kemudian dilarikan ke RSUD Ahmad Tabib, Tanjungpinang.

Setelah lima hari menjalani perawatan di RSUD Ahmad Tabib, kondisi kesehatan Pak Ngah tak kunjung membaik. Pihak keluarga akhirnya berencana membawa Pak Ngah ke Malaysia untuk melanjutkan pengobatan di sana, Selasa (25/9).

Bahkan pihak keluarga sudah menyewa pesawat untuk menerbangkan Pak Ngah dari Bandara Raja Haji Fisabillah (RHF) Tanjungpinang ke Malaysia. Namun saat tiba di Bandara Raja Haji Fisabillah (RHF) Tanjungpinang, kondisi kesehatan Pak Ngah kembali drop. Pihak keluarga akhirnya memutuskan membawa kembali Pak Ngah ke RSUD Ahmad Tabib.

“Tetapi Tuhan berkehendak lain,” kata Buralimar.

Pak Ngah dinyatakan meninggal sekitar pukul 14.00 WIB, kemarin. Pihak keluarga langsung membawa jenazah Pak Ngah ke Malaysia dengan pesawat yang sudah dicarter sebelumnya, Selasa (25/9) sore.

Menurut Buralimar, Pak Ngah merupakan maestro musik Melayu. Kepergian musisi yang membidani lahirnya Trio Bidadari dari Jambi ini merupakan duka bagi para pelaku seni dan musisi di Tanah Melayu.

“Tentu ini kehilangan besar bagi dunia tarik suara Melayu,” kata Buralimar. (batampos)

x

Check Also

Pemko Batam akan Terapkan Denda Parkir Sembarangan Rp 500 Ribu Mulai 1 Oktober

KEPRITERKINI.COM – Dishub Batam akan mulai melakukan penertiban terhadap kendaraan yang denda sembarangan tempat mulai ...