Home » Berita » Terus Menurun, Industri Emas Dunia Terancam

Terus Menurun, Industri Emas Dunia Terancam

KEPRITERKINI.COM -Kelompok masyarakat pemasok emas bagi dunia berada di zona merah. Pasalnya, jumlah logam berharga itu terus menurun dan tidak ada penggantinya.

Mengutip tempo,  situs rt.com pada Kamis (12/7/2018) lalu melansir perusahaan-perusahaan pertambangan kesulitan mencari cadangan tambang emas yang baru untuk mengganti tambang-tambang emas yang sudah lama. Industri pertambangan Afrika Selatan yang sudah berusia 140 tahun saat ini menghadapi krisis besar. Industri tambang emas Afrika Selatan pernah menjadi yang terbesar di dunia.

“Kita semua telah membicarakan bagaimana produksi emas meningkat setiap tahun. Namun saya rasa masa-masa itu sudah berlalu,” kata Nick Holland, CEO Gold Fields, sebuah produsen emas terbesar di Afrika Selatan.

Pandangan serupa disampaikan oleh Rudy Fronk, CEO Seabridge Gold. Dia mengatakan puncak kejayaan emas menghadapi kenyataan baru dalam bisnis emas dengan cadangan-cadangan emas lebih cepat habis ketimbang muncul pengganti cadangan tersebut.

“Jika Anda melihat pada era 70-an, 80-an dan 90-an, dalam setiap sepuluh dekade, industri emas menemukan pernah menemukan lebih dari 50 juta ons cadangan emas, dan lima sampai 10 juta ons cadangan emas,” kata ahli pertambangan, Pierre Lassonde, yang juga berpandangan masa kejayaan emas sudah lewat.

Sedangkan Kevin Dushnisky, Presiden Barrick Gold, berpandangan anjloknya tingkat produksi emas karena sedikitnya penemuan cadangan-cadangan emas baru. Emas adalah sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui dan memerlukan waktu lama untuk dapat diekstraksi. (TEMPO)

x

Check Also

Pemko Batam akan Terapkan Denda Parkir Sembarangan Rp 500 Ribu Mulai 1 Oktober

KEPRITERKINI.COM – Dishub Batam akan mulai melakukan penertiban terhadap kendaraan yang denda sembarangan tempat mulai ...